Senin, 25 Agustus 2025

titik

Ada kalanya tubuh berbicara

dengan bahasa yang tak dimengerti akal,

isyarat samar,

seperti tinta merah yang menetes di antara napas.


Aku belajar,

bahwa manusia bukan hanya pikiran dan cita,

tetapi juga rapuhnya raga yang bekerja diam2,

yang menuntut perhatian

sekalipun jiwa ingin terus berlari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Orang Baik di Kota Asing

Kalau aku tidak tersesat di Solo malam itu,, mungkin aku tidak akan pernah menemukan sosok kakak perempuan yang selama ini hanya hadir sebag...