Sabtu, 21 Maret 2026

Sembilan Purnama

 Pada hari ketika gema takbir memenuhi ruang2 yg tak kasatmata, aku bertanya dalam diam pada sesuatu yang tak pernah benar2 memberi kepastian. Masih adakah kemungkinan bagiku untuk bernapas utuh, seperti mereka yg tidak perlu merundingkan setiap tarikan napasnya?

Keletihan ini telah melampaui makna sederhana.....

ia menjadi pengalaman, memperpanjang jarak antara harapan dan apa yg disebut pemulihan. Sembilan purnama bukan lagi sekadar hitungan, melainkan rentang yg terlalu panjang untuk dijalani tanpa mempertanyakan arti bertahan itu sendiri.

Aku kerap mempertanyakan, apakah masa depan benar2 bersifat inklusif, atau hanya menjadi privilege bagi mereka yg tidak harus bernegosiasi dengan keterbatasan dan ketidakpastian setiap hari.

Hari2 berjalan, namun kehilangan signifikansinya.

Di tengah perayaan yg menandai kemenangan, aku justru berada dalam proses lain. berdamai dengan sesuatu yg tak pernah kupilih. Sebuah kesunyian yang tidak mengakhiri, namun perlahan mengikis, dan memaksaku tetap bertahan di dalamnya.

1 komentar:

Sembilan Purnama

 Pada hari ketika gema takbir memenuhi ruang2 yg tak kasatmata, aku bertanya dalam diam pada sesuatu yang tak pernah benar2 memberi kepastia...